IMG-20180719-WA0009

SEMARANG,  suaramerdeka.com – Riset unggulan perguruan tinggi kian menemukan ruang untuk diterapkan di masyakat. Salah satunya penelitian berbentuk keramba jaring apung (KJA) ramah lingkungan rancangan dosen Undip. Menurut peneliti kampus itu, Sapto P Putro PhD, hasil karyanya bakal diaplikasikan di Pesisir Menjangan Besar Karimunjawa Jepara.

Model ini terobosan inovatif meningkatkan produktivitas budi daya perikanan setelah sebelumnya membantu nelayan di Kepulauan Seribu Jakarta dan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau.

‘’Keramba ini memanfaatkan teknologi Stratified Double Net Cage (SDFNC) berbasis Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA). Pada prinsipnya, pembudi daya bisa membesarkan berbagai jenis ikan dengan sistem bertingkat ramah ekosistem,’’ tuturnya di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Senin (28/5).

Peraih doktor dari Flinders University of South Australia ini, berkoordinasi dengan Kepala Dinas, Lalu M Syafriadi, dan Kabid Budidaya, Arif Rahman Hakim, berkenaan pemasangan alat di tepi pesisir. Hadir juga Direktur PT Stargold Internusa, Imam Kadarisman, sebagai pengembang kreasi riset menjadi alat dengan umur teknis pemakaian mencapai 50 tahun.

Menurut Sapto, karyanya telah memiliki paten dan didaftarkan sebagai merek dagang. Memakai alat ini, sisa makanan ikan atau pelet yang tidak dikonsumsi biota laut pada jaring bagian atas akan dimanfaatkan ikan di jaring bawah.

Metode ini ampuh menurunkan tingkat sedimentasi materi organik, sehingga ramah lingkungan. Pemilihan lokasi strategis untuk budi daya sistem IMTAdi Karimun Jawa juga mendasari karakterisitk lingkungan yang sangat mendukung. Dia berharap, teknologi tersebut mendorong peningkatan budi daya perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.