karimunjawa01

KARIMUNJAWA,  suaramerdeka.com – Tim riset Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNdip membuat langkah sinergi dengan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah serta masyarakat pembudidaya Karimunjawa, Jepara.

Sinergisitas ini berupa pemasangan instalasi keramba jaring apung bertingkat (KJAB) yang memakai metode System Integrated Multi Trophic Aquaculture. Di bawah kordinasi peneliti Undip, Drs. Sapto P. Putro, M.Si., Ph.D., program ini sekaligus berkenaan dengan pemantauan keramba jaring apung.

“Kegiatan ini juga disertai upaya identifikasi dan melihat tingkat kerapatan vegetasi di tempat ini. Sebab ini penting untuk memastikan budi daya perikanan akan berhasil dengan baik,” tutur Sapto Putro.

Anggota tim peneliti Dr. Endah Dwi Hastuti, M.Si. menyatakan, upaya pemantauan terhadap tegakan mangrove di sekitar area budi daya ikan sangat penting dilakukan. Hal itu untuk memastikan adanya keseimbangan alam melalui daya dukung lingkungan.

Pemasangan instalasi dilakukan di dua lokasi utama di sekitar kawasan budi daya di pesisir Menjangan Besar dan sekitar Kamojan Karimunjawa.

Berkenaan dengan strategisnya tanaman mangrove, peneliti lainnya Dr. Erma Prihastani menjelaskan hal ini akan mempengaruhi percepatan pembenihan.

Diharapkan kegiatan ini juga memberikan dampak adanya ketersediaan tanaman mangrove dan mendukung budidaya perikanan.

Kegiatan lapangan tersebut juga melibatkan mahasiswa S-1 dan S-2 Biologi FSM. Acara dilanjutkan dengan pemantauan populasi plankton di perairan setempat. Dra. Riche Hariyati, M.Si. selaku ahli di bidang plankton menjelaskan bahwa pertumbuhan alami plankton penting dipantau untuk melihat komposisi, jumlah jenis dan kepadatannya sehingga akan diketahui ada tidaknya gangguan lingkungan di dalam perairan.

Dampaknya akan dirasakan langsung terhadap langkah pembudidayaan perikanan. Acara itu diakhiri dengan diskusi bersama beberapa elemen masyarakat sekitar Karimunjawa untuk pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah aktivitas komersial kawasan Karimunjawa. Itu mencakup aktivitas wisata ataupun penangkapan dan budi daya perikanan laut. Tak kurang acara tersebut berkolaborasi dengan tim Pengabdian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip yang diketuai Dr. Imam Triarso.

Diingatkan, besarnya potensi kawasan Karimunjawa, maka kegiatan seperti ini perlu didukung semua pihak, baik sumber pendanaan maupun sumber daya manusia. Sapto menambahkan, Saat ini  kegiatan bersumber dari dana non-APBN Undip dan Kemenristekdikti melalui Program PPTI. Ke depan, kegiatan lebih besar akan dilakukan dengan menyinergikan keterlibatan lebih banyak pihak. (H41-34)