DSC03183

JEPARA (Jatengdaily.com) – Pengembangan ekowisata berbasis budidaya produktif berkelanjutan dengan aplikasi Multifunctional Offshore Aquaculture, di Karimunjawa kini tengah dilakukan oleh periset dari sejumlah perguruan tinggi (PT) ternama di Indonesia.

”Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan angka kunjungan wisata bahari di kawasan Karimunjawa, Jepara Jawa Tengah. Sebab, potensi bahari di sini sangat potensial dkembangkan,” jelas Ketua Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Sapto P Putro MSi PhD, Sabtu (20/7/2019).

Sejumlah periset tersebut berkumpul dalam suatu forum Konsorsium Sains Techno Park (STP), di Karimunjawa, yang berlangsung dari Kamis (18/7/2019) sampai Minggu (21/7/2019).

Mereka adalah dari Undip, Istitut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Istitut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Kegiatan ini menurutnya, dimulai dengan beberapa kali Focus Group Discussion (FGD) bersama dan technical meeting. Ordinat pelaksanaan direncanakan di zona budidaya kawasan Menjangan Besar. Kegiatan akan berlangsung selama tiga tahun. Tahun pertama diantaranya meliputi produkctive sustainable aquaculture dengan integrated multi thropic aquaculture (IMTA).

Hadir dari Undip Direktur Marine Science Techno Park (MSTP) Undip, Ridhuwan SSi MSi, Dr Ir Suryono MSc (FPIK Undip), Dr Ir Sunaryo, dari UI Prof Dr Adi Surjosatyo, dari ITB Dr Leo Aldianto dan Dr Eueung Mulyana, dan dari ITS tercatat Anggra Ayu Rucitra ST MMT dan Nova Maulidina Ashuri SSI MSi.

Ridhuan menambahkan, multifunctional offsshore aquaculture akan menghadirkan konsep integrasi antara budidaya sistem IMTA, resort, dan resto terapung modern, yang disuport aplikasi teknologi IoT oleh tim STP ITB. Dan sumber energi dari kincir angin dari STP UI. Sedangkan interior dan konstruksi keramba dan lokasinya digarap oleh MSTP Undip dan STP ITS.

Sumber: Jatengdaily