KARIMUN, suaramerdeka.com – Tim Penelitian Unggulan Strategis Universitas Diponegoro (Pusnas-Undip) memulai pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan dengan sistem terintegrasi dan ramah lingkungan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Program itu dimulai ditandai dengan penandatanganan kerja sama dengan Kelompok Nelayan Laut Permai Abadi, disaksikan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karimun, Jumat (3/6). Budidaya perikanan modern tersebut juga melibatkan swasta, yakni PT Startgold Internusa Jaya, produsen keramba apung bertingkat asal Bandung.
Keramba yang dibuat merupakan karya Pusnas-Undip yang telah dipatenkan, dan sudah berhasil diterapkan dalam meningkatkan produksi ikan di Kepulauan Seribu, Jakarta. Ketua Tim Peneliti Pusnas Undip, Drs. Sapto P. Putro, MSi, PhD mengatakan, Undip telah menciptakan keramba bertingkat yang telah terbukti mampu meningkatkan produksi ikan.
Bahkan keramba tersebut juga menjadi media produksi rumput laut dan teripang. “Dari hasil penelitian dan uji coba sejak 10 tahun lalu mampu meningkatkan hasil perikanan berkali lipat,” kata Sapto, yang juga Wakil Dekan Bidang Penelitian Fakultas Sains dan Matematika Undip itu, di sela-sela penandatanganan kerja sama.
Sistem keramba modern ini bisa diterapkan di wilayah perairan Indonesia menunjang program pengembangan maritim nasional dalam rangka meningkatkan hasil perikanan. Keramba apung bertingkat itu pun ramah lingkungan, sehingga ekosistem laut terjaga kelestariannya.
Direktur PT Stargold Internusa Jaya, Imam Kadarisman mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Pusnas Undip, karena merupakan tantangan bersama membangun bangsa dan negara di sektor maritim/perikanan.
Kepala BLH Karimun, Ajon, mendukung program pemberdayaan nelayan dalam rangka peningkatan produkai pwrtanian tersebut. Namun dia meminta kelompok nelayan memilikibadan hukum organisasi yang jelas, sehingga kelak tidak muncul masalah terutama terkait bagi hasil produksi ikan.
(Surya Yuli P / CN26 / SM Network)