KARIMUN, suaramerdeka.com – Keramba apung bertingkat karya Tim Pusat Penelitian Unggulan Strategis Universitas Diponegoro (Pusan-Undip), yang telah diproduksi PT Stargold Internusa Jaya Bandung, pernah diusulkan dipasang di pos-pos terluar wilayah laut NKRI yang dijaga TNI. Sembari menjaga batas wilayah, personel TNI mengisi waktu senggang budidaya ikan.
Keramba berbahan khusus yang mampu bertahan 50 tahun tersebut, bisa dimodifiksi layaknya markas terapung. Sistem keramba bertingkat itupun mampu menghasilkan ikan, rumput laut, dan teripang dengan nilai ekonomis tinggi. Hal tersebut disampaikan Direktur Stargold Internusa Jaya, Imam Kadarisman, dan Kepala Tim Pusan-Undip, Drs Sapto P Putro MSi PhD, saat memulai menebar berbagai bibit ikan di keramba apung bertingkat milik Kelompok Nelayan Laut Permai Abadi di Pulau Tembelas, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (4/6) sore.”Kami pernah berdiskusi dengan petinggi TNI AL beberapa waktu lalu. Keramba-keramba bisa dipasang di pos-pos TNI di laut terdepan. Hasil ikan bisa untuk tambahan penghasilan, sembari mengisi waktu senggang bertugas,” kata Imam.
Adapun tebar bibit dan pemanfaatan keramba apung bertingkat bersamaan kegiatan penelitian Undip di Karimun, Kepulauan Riau. Tim peneliti dipimpin Sapto P Putro (Wakil Dekan Bidang Penelitian Fakultas Sains dan Matematika/FSM Undip) dan
beranggotakan, Abdullah Aufa (S2 Jurusan Biologi FSM), Deni Elizabeth (S1 Biologi FSM), dan Raden Faradhiva Prahmawaty (S1 Biologi FSM). Lebih lanjut Imam menjelaskan, keramba karya Tim Pusam-Undip tersebut didesain dari bahan khusus yang kuat bertahan 50 tahun dan desain bisa menjadi markas terapung.”Bila telah siap panen, tinggal telepon saja kapal pengepul untuk dijual dan terima hasilnya,” ungkapnya.
Kepala Tim Pusan-Undip Sapto P Putro menambahkan, soal modifikasi keramba agar terpadu dengan markas terapung militer, bisa saja dilakukan. Prinsipnya, perlu pemberdayaan wilayah maritim Indonesia, untuk meningkatkan produksi perikanan
nasional. Pihaknya, telah melakukan uji coba keramba apung bertingkat di Kepulauan Seribu Jakarta, dan hasilnya sesuai harapan. Wilayah lainnya terus dikembangkan, seperti di Karimun, Kepulauan Riau. Sistem yang sama akan diterapkan di daerah lainnya seperti Papua, Sulawesi, Maluku, dan lainnya.
(Surya Yuli Purwariyanto/ CN40/ SM Network)