024 74xxxxxx fakultas@undip.ac.id

Riset-PUSN-1024x576

batampos.co.id – Tim Riset Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSN) Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Koperasi Marin Agri Sejahtera Kabupaten Bintan pada 16 Maret 2019, masa yang lalu di SMKN I Perikanan Seri Kuala Lobam, Bintan.

PKS ini dilakukan dalam rangka mengembangkan budidaya produktif berkelanjutan system Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) menggunakan produk inovatif keramba jaring apung bulat bertingkat di Kabupaten Bintan.

Sekedar diketahui, IMTA ialah praktek budidaya perikanan yang melibatkan hubungan mutualistik antara organisme pada tingkatan tropik rendah, misalnya organisme pemakan suspensi terlarut dalam air (suspension feeders) ke tropik yang lebih tinggi, misalnya ikan, sedemikian sehingga limbah nutrisi dari satu spesies dapat menjadi sumber masukan nutrisi untuk organisme lainnya.

Budidaya sistem IMTA (seperti kombinasi rumput laut, herbivora, omnivora, dan detritivores) memiliki keuntungan ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan monokultur, karena badan perairan merupakan ruang tiga dimensi yang dapat menampung produk-produk limbah dari satu tingkat trofik dimanfaatkan oleh biota yang lain.

Kerja sama ini didukung penuh oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kepulauan Riau, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan, PT. Stargold Internusa Jaya, Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) Undip, dan SMKN 1 Perikanan Seri Kuala Lobam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kepulauan Riau, Drs Edy Sofyan, MSi menyatakan bahwa produksi perikanan budidaya saat ini dipandang masih belum optimal dibandingkan potensi yang dimiliki Kepri.

“Saya menyambut antusias atas rencana kegiatan ini,” ujarnya.

Ketua Ce-MEBSA FSM Universitas Diponegoro yang juga ketua pelaksana PUSN, Drs Sapto P. Putro, MSi, PhD menyatakan bahwa karya inovatif anak bangsa yang dihasilkan oleh peneliti perguruan tinggi sudah semestinya dapat diserap masyarakat untuk mampu menjawab permasalahan di masyarakat.

Sejak 2015, laboratorium Ce-MEBSA telah melaksanakan berbagai riset untuk pengembangan productive sustainable aquaculture, dan telah bekerjasama dengan dengan berbagai pihak diantaranya BKPB Sea Farming Karang Lebar, Kepulauan Seribu, Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, BPBL Batam, Kepulauan Riau, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Laut Permai Abadi, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah.

Sementara itu, Direktur PT Stargold, Imam Kadarisman menyatakan kegiatan dengan strategi penta-helix ini (Pemerintahan, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media masa) ini diharapkan dapat berjalan efektif dan mampu meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan budidaya perikanan laut system KJAB IMTA ini akan dilakukan di pesisir wilayah sekitar sekolah tersebut.

“Kami juga mendukung untuk hilirisasi hasil riset menjadi start up usaha dengan cara ahli teknologi pembuatan kerambah jaring apung modern yang ramah lingkungan,” kata dia menambahkan.

Kepala SMKN I Perikanan Seri Kuala Lobam, Erdatati M berharap kegiatan ini mampu meningkatkan performa portofolio bagi guru khususnya bidang perikanan budidaya.

Untuk diketahui, portofolio ialah dokumen yang diciptakan oleh guru, yang menyatakan, menghubungkan dan menggambarkan kewajiban, tingkat kemahiran dan pertumbuhannya dalam pengajaran.

Terakhir, Kepala Dinas KUM Perindag Kabupaten Bintan, Dian Nusa, yang juga turut hadir menyatakan hasil kerja sama dengan Koperasi Marine Sejahtera ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian koperasi.(met)

 

sumber: bintan.batampos.co.id