024 74xxxxxx fakultas@undip.ac.id

3552734920
Kepala DKP Jateng, Fendiawan Tiskiantoro, (tengah) memberikan dukungan birokrasi terhadap program MF-Kedaireka, yang dijalankan oleh FSM Undip, kemarin. (dari Suaramerdeka, Hari Santoso)

SEMARANG, diambil dari suaramerdeka.com – Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip membuat percepatan untuk menjalankan Program Matching Fund (MF) Kedaireka yang digulirkan Kemendikbudristek.

Langkah percepatan ini diiringi membangun jejaring. Diantaranya dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng yang sudah lama berkolaborasi dengan Undip.

“Mengingat kebijakan ini strategis kami harus bertemu banyak pemangku kepentingan. Diantaranya, pimpinan DKP yang telah lama menjadi mitra akademi,” tutur Guru Besar FSM, Prof Drs Sapto Purnomo Putro PhD, kemarin.

Peraih gelar doktor dari Flinders University of South Australia ini menyampaikan usai bertemu Kepala DKP Jateng Fendiawan Tiskiantoro di Kantor Kawasan Imam Bonjol.

Selain Sapto yang merupakan Ketua Departemen Biologi FSM dan Ketua Pelaksana MF-Kedaireka, maka hadir Dekan FSM Prof Dr Widowati sebagai anggota tim pelaksana.

Selebihnya mengundang Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut Aris Setijono dan Kabid Pengawasan Sumberdaya Kelautan Perikanan Arif Rahman Hakim.

Forum itu juga dipakai memaparkan keberadan program MF Kedaireka yang bermanfaat untuk penciptaan kolaborasi perguruan tinggi dengan Industri.

Kampus sebagai pencipta inovasi dan industri menerima banyak hasil riset bermanfaat.

Sebagai pemilik paten teknologi keramba apung ramah lingkungan, Sapto telah banyak berkolaborasi dengan DKP Jateng. Contohnya pemasangan alat keramba di tepi pesisir Laut Jawa.

Kini bersama mitra industri PT Rekayasa Agromarin Indonesia, dilaksanakan program penerapan budidaya perikanan berkelanjutan melibatkan 120 mahasiswa S-1 dan S-2 dari Undip serta Unpad.

Hal ini juga bagian dari pekerjaan besar mempercepat penerapan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang didalamnya memayungi program MF-Kedaireka.

Selain itu juga dalam rangka mendukung target indikator kinerja utama Undip yang telah masuk ke dalam jajaran PTN berbadan hukum.

Tak kurang kegiatan diharapkan mampu mentransfer pengetahuan praktek budidaya perikanan produktif dan ramah lingkungan.

Didalamnya melalui aplikasi Keramba Jaring Apung Bulat Bertingkat- Rolling Net System (KJABB-RNS) yang diterapkan menggunakan metode Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA).

Kemanfaatan hasil inovasi KJABB-RNS akan menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selebihnya untuk pemecahan masalah maupun peningkatan daya saing industri perikanan budidaya nasional. Diutamakan bagi masyarakat pembudidaya di Perairan Kepulauan Karimujawa.

Fendiawan menyambut positif Progran MF Kedaireka untuk aplikasi inovasi teknologi keramba apung ramah lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen kerja sama sejak 2018 maka dinas akan menfasilitasi penyediaan sarana penyemaian benih ikan kerapu, kakap putih, bawal bintang hingga nantinya ditebar pada 10 keramba jaring apung.

FSM Undip dan DKP juga menginisiasi adanya pusat penelitian Ce-MEBSA (Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture).

Selain itu kerja sama tukar menukar data infornasi berkaitan hasil riset untuk pemantauan dan pengembangan perikanan budidaya di Jateng.