024 74xxxxxx fakultas@undip.ac.id

Prof. Sapto P. Putro as CEO of Ce-MEBSA attended Scisynopsis International conferences as a keynote speaker with the topic Aquaculture and Fisheries, in Barcelona, Spain on Tuesday (10/09/2024). Conference Documentary

Barcelona-Spanyol (Diambil dari Jatengdaily.com dan KABARKU.NET) Ketua Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) yang juga Ketua Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Drs. Sapto P. Putro M.Si., Ph.D mengikuti International Academic Networking (IAN) 2024: International Conference on Aquaculture and Fisheries di Barcelona Spanyol yang berlangsung 8-10 September 2024.

Konferensi internasional ini juga dihadiri para pakar dari sejumlah universitas ternama dunia. Diantaranya dari Norwegia, Spanyol,  Irlandia, Italia, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS).

Prof Sapto mengatakan, konferensi internasional ini membahas tentang budidaya perairan dan perikanan negara-nagara di dunia. Prof. Sapto P. Putro menjadi salah satu keynote speaker (pembicara utama) dengan memaparkan hasil risetnya. Adapun topik yang dipresentasikan Prof Sapto berjudul “Development of IMTA design integrated with IoT Smart Biomonitoring for Productive Sustainable Aquaculture”.

Dalam paparannya Prof Sapto mengatakan, Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) memungkinkan budidaya beberapa spesies organisme biota laut secara simultan dalam rantai makanan, yang dihubungkan oleh transfer nutrisi dan energi dalam ekosistem air.

Inisiatif ini memprioritaskan penerapan sistem akuakultur modern cerdas yang terintegrasi dengan sistem Dasbor Aplikasi Web Geoportal, memanfaatkan teknologi berbasis IoT. Juga menggunakan perangkat lunak EWS-2SW dan perangkat lunak BIO-ENV Primer  untuk menilai tingkat gangguan lingkungan berdasarkan parameter biotik-abiotik dan beberapa indeks ekologi.

Sistem budidaya laut tersebut semakin disempurnakan dengan aplikasi biomonitoring yang memanfaatkan pendekatan pemodelan lingkungan. Adapun tujuan budidaya perikanan modern menggunakan keramba IMTA ini, adalah dengan mengukur pola pertumbuhan biota budidaya dan mengukur potensi gangguan lingkungan pada ekosistem laut pesisir untuk menerapkan konsep budidaya produktif berkelanjutan. Konsep ini telah diterapkan di ekosistem laut pesisir Karimunjawa dan Teluk Awur Jepara, Indonesia.

Selain sebagai pembicara, Prof Sapto juga ditunjuk menjadi salah satu juri penilaian poster. ”Saya juga ditunjuk oleh panitia untuk menjadi salah satu poster judge (juri untuk penilaian poster peserta),” jelas Prof Sapto yang mengatakan, jika keikutsertaanya ini  didanai Universitas Diponegoro melalui Program WCU tahun 2024.

”Keikutsertaan Undip bertujuan untuk memperkuat jejaring akademik, meningkatkan reputasi, serta mempromosikan Undip. Sebab, reputasi akademik dan jaringan penelitian internasional merupakan dua indikator utama dalam pemeringkatan internasional universitas, termasuk Undip dalam mencapai visinya sebagai universitas berkelas dunia. Sehingga  ke depannya dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama riset, joint international conference and joint publication sehingga mampu meningkatkan reputasi Undip di kancah internasional,” jelasnya.